Showing posts with label Ladies Things. Show all posts
Showing posts with label Ladies Things. Show all posts

Saturday, August 6, 2016

Keriuhan Dunia Maya: Ibu Bekerja dan Ibu Rumah Tangga

My first post in 2016!!!!

Semakin tua, semakin malas membaca buku, semakin malas menulis, semakin malas mencoba hal baru. Tidaaakkk!!! Padahal di era sekarang ini, makin banyak platform media sosial yang memfasilitasi saya untuk makin eksis. Ya, gak sih?

Disela-sela kesibukan bekerja, ada hal yang mengganggu lagi pikiran saya. Mengingat hidup saya seputar rumah, kantor, dan mal :-)) jadi hiburan saya yang lain adalah memantau Facebook, Instagram, dan Path. Sempat dalam suatu waktu, isu di linimasa Facebook atau di media sosial yang lain "memperdebatkan" Ibu Rumah Tangga versus Ibu Bekerja. Ataaauuu... di saat teman-teman saya sudah mulai memasuki hidup baru, bekerja, menikah, hamil, dan memutuskan untuk menjadi Stay-At-Home-Mom sembari melakukan part-time job yang tidak mengganggu kesibukannya mengurus anak dan suami.

Sebenarnya, saya menulis hal ini di blog berarti saya juga ikut dalam keriuhan penting gak penting itu. Tapi, tahukah Ibu-ibu diluar sana, bahwa dalam setiap hati Ibu Bekerja, mereka pasti adakalanya ingin hanya mendedikasikan hidupnya untuk keluarga yang setiap hari bisa menyambut anak mereka pulang sekolah. Demikian pula dengan para Ibu Rumah Tangga. Mereka juga butuh aktualisasi diri di luar rumah dan tak jarang diam-diam ingin bekerja di luar rumah.

Tapi, yang menjadi riuh adalah ketika ketidakpuasan mereka masing-masing ditumpahkan di media sosial. Yang jadi adalah terbagi dua kubu. Ya itu, Ibu Bekerja dan Ibu Rumah Tangga. Para Ibu Rumah Tangga mem-posting status atau foto yang menceritakan betapa mulianya menjadi Ibu dan Istri yang tidak menyia-nyiakan keluarga, tapi memiliki bisnis sampingan yang bisa dilakukan di rumah. Sisi lain, Ibu Bekerja dengan segala kemandiriannya membagi pengalaman bagaimana mereka juga berjuang kaki-di-kepala-kepala-di-kaki mengurus rumah sekaligus mengonsentrasikan pikiran dan tenaga di tempat kerja.

Dan, saya? Saya tidak tahu karena saya belum menjadi Ibu. Hahahaha.

Nah, keadaan diatas adalah satu dari sekian banyak keriuhan di media sosial yang menunjukkan bahwa kita masih belum dewasa menggunakannya. Mengunggah data-data pribadi, misalnya data lokasi rumah kita, sekolah, kantor, foto-foto anak, dan lainnya secara berlebihan, tentunya mengundang orang yang tidak bertanggung jawab melakukan hal-hal ngeri *knock-knock-on-wood* karena mereka jadi tahu hidup kita via dunia maya.

Apalagi curhat suami-istri di media sosial!!!

Over-shared, 'kan?

Atau dengan mudahnya orang-orang (baca: Indonesia) menghakimi satu sama lain hanya dengan apa yang mereka lihat dan baca di media sosial. What you see is not what you get, baby. Saya mencoba untuk pintar-pintar mengontrol diri berpikir dua kali sebelum mengunggah sesuatu. Apalagi, sekarang media sosial menjadi salah satu 'tempat' untuk mengecek calon karyawan. Gak mau 'kan kita ada masalah sama pekerjaan gara-gara kita terlalu buka-bukaan?

Udah. Segitu aja curhatnya. Mau nonton Devious Maids Season 4, dulu. Be happy as you are. But, you must know Google remembers all you posted.


Saturday, July 4, 2015

So Flee to Allah SWT

Alhamdulillah! I am on the 4th Ramadhan as a wife and extremely grateful. I am still surrounded by beloved family, Papa, Mama, my sister, my complete family in law, and seeing they are healthy is all enough for me. So blessed.

Yet, something is keep tickling my mind, about to find unanswerable questions beyond my power as a human. I never lie to myself that i really really want to be trusted and imagine i could be a mom. But, i never thought a journey to conceive is such a looong way to go. It upsides me down and often makes me feel like i am the most pathetic woman in the world. I lost, lost by such "a damn competition that was created by such damn people". Even i do not understand why the competition must exists. When you are a married woman, you must able to be with a child. Then you are proud and publish it to all around the world. Tell me it is just an envy feeling because i can not do the same like any other young mothers. But, from the bottom of my heart, is that what i and my husband want? Pleasing anybody, showing everybody that we act like having a perfect picture.

Say i am offended by that situation. It is all because i have none. Probably i will do the same thing because if i were already a mom, i wouldn't never know what it feels like to wait longer for a baby. So, why bothered?

Until someday, i woke up by reading the wonderful post on someone's blog. Could not help my tears down. Knowing i was a bit angry about where i am now.
The post as follows:

http://www.dianonasis.com/2015/06/anak-itu-hak-allah.html?m=1

Such a relief yet at the same time so embarrassed i denied all His authority. His power. And His bless. Giving a child is His prerogative. I rejected that reality and was fighting with my inner voice about my "why". Why this, why that, why me, why him, why them, and why us.

Thank to the writer so i can remind myself that i still have time to prepare and to learn everything. And after this Dunya, Allah SWT grants us for Jannah. Surely i never hesitate His promise as long as i flee to Allah SWT. When i feel down again, i will talk to myself how tiny me, and my problems actually are. Hope my ego will always listen to my inner angel's voice 😊 Something big, is worth to wait. I learn from my past, seems that true. Allah SWT always by my side obviously.

Ciputat,
17th Ramadhan 1436 H.

Wednesday, December 11, 2013

Perempuan, Yang Selalu Menjadi Perhatian

Sudah lama sekali dari terakhir saya menulis di blog ini. Ketika saya istirahat di rumah karena sakit tenggorokan, saya pikir ini adalah waktu yang tepat untuk menyapa kawan lama di Facebook atau via aplikasi-aplikasi di smartphone. Dan tentu saja, menuangkan ke laman ini apa yang tidak bisa saya ucapkan.

Desember ini, saya memotong rambut saya super cepak. Suami (harus) mengizinkan. Tetapi, ketika pulang ke rumah orangtua dengan rambut "mbois" seperti ini, pastilah Mama mengkritik dengan alasan dalam agama tidak boleh berlagak atau berdandan seperti pria. Yah, padahal sudah berjuta kali juga saya kemukakan bahwa rambut super cepak sangat membantu saya merawat rambut dan serba irit. Dari shampoo, waktu pengeringan rambut, sampai tidak perlu sering-sering ke salon, kecuali memotongnya.

2013 ini, ada isu yang menggelitik saya (lagi-lagi) sebagai perempuan. Lokalisasi terkenal di Surabaya berencana akan digusur atau dibongkar. Ditiadakan. Banyak menuai pro dan kontra. Saya ada di pihak kedua. Kenapa? Pendidikan seks sehat tersasar tempatnya, tidak membuat kotor daerah lain karena ada lokalisasi, dan kita mudah menembak para pria hidung belang dengan mudah karena terlacak lokasi dimana ia sering "bermain". Itu logika sederhana. Bukan masalah agama. Karena orang boleh menghujat, menolak pelacuran, dan sebagainya. Tapi, solusinya apa? Apakah perempuan penyebabnya? Bagaimana dengan pria?
Selama masih ada kelamin, praktik terlarang ini sayangnya akan tetap ada. Kita hanya bisa mulai dari diri sendiri untuk mencegah dan melindungi diri dan orang-orang tercinta. Juga, tidak melakukan seks berisiko.

Saya jadi ingat salah satu scene favorit di film Persepolis.


Marjane remaja sedang berlari, lalu disemprit oleh polisi syariat atau semacamnyalah. Katanya, jika berlari, pinggul dan bokongnya bergerak-gerak dan mengganggu syahwat pria. Marjane pun marah dan menyuruh para pria itu untuk tidak melihat ke bokongnya. Nah!

Begitulah. Perempuan. Mengapa perlu ada Kementerian Pemberdayaan Perempuan? Tidak Pemberdayaan Pria?
Barangkali karena kita rawan. 
Ya. Rawan Terpojokkan.


Saturday, July 13, 2013

Seusai Reuni


Buka puasa kali pertama bersama teman-teman ex-workplace di minggu awal Ramadhan. Quite fun. Seperti biasa, menceritakan hal seputar pekerjaan dan kantor. Dari gosip teman-teman baru yang ajaib, turn-over perusahaan, sampai flashback kenapa resign. Ya. Rindu. Tapi, untuk kembali sepertinya tidak. Walau saya sering membandingkan bahwa di ex-workplace saya tersebut unggul dari beberapa aspek yang tidak saya temukan di dua perusahaan lain tempat saya bekerja. Yeah, klise :)

Berkecimpung di dunia recruitment dan HR mau tak mau membuat saya harus belajar (walau masih pelan-pelan) tentang people development. Hal simpel yang saya temukan adalah saya beruntung bekerja di perusahaan asing yang memiliki SOP taat (bahkan sangat taat prosedur) ketika saya baru menyandang status fresh graduate. Kita jadi memperoleh bekal akan kesiapan kita jika harus beradaptasi di lingkungan baru. Ya, karena tempaan itu tadi, mengajarkan kita bagaimana menghadapi berbagai macam tipe orang, kerjaan yang setumpuk, dan tuntutan deadline yang sangat rigid.

Nah, perempuan dan karir itu dibilang sejalan, tidak juga. Dibilang perempuan sekarang kudu mandiri, memang iya. Semuanya lagi-lagi dikembalikan ke masing-masing individu. Ketika masih single, tentu career objective saya berbeda dengan status saya kini. Sekarang, saya lebih memilih tempat bekerja yang sekiranya bisa memberikan saya balancing life, antara rumah, kantor, dan bergaul dengan teman-teman. Tapi ngomong-ngomong, saya merasa tidak nyaman jika ibu muda yang sudah berumah tangga dan memiliki anak, tapi sering mengeluhkan sesuatu di akun media sosialnya. Begitu pula, dengan ibu muda bekerja yang melakukan hal serupa. Yah, gak masalah, sih. Toh, saya cuma bisa komen saja di blog space. Hihihihi.

Have a good day, Ladies!


Sunday, April 7, 2013

Madre The Movie: Smells Like Vintage Spirit

Akhir Maret lalu, saya menonton film Madre bersama suami. Film yang diambil dari cerita novel karya Dee ini menjadi pilihan karena kata Mase, setting-nya bagus. Saya pun manut saja, tak ada beban karena saya juga belum pernah membaca novel tersebut. Malah, (teganya) expectation saya rendah mengingat film Perahu Kertas yang dinilai 'garing' dari review Leila S. Chudori-nya Tempo dan Herita Endriana (Chudorinya Koran Sindo, ehehehehe...).

Tapi, ternyata lokasi setting sebagian besar diambil di Braga (one of my fave spots in Bandung). Ulalala.... dan art-nya keren sekali! Sayang, saya melewati siapa Art Director saat pemunculan credit title. Rasanya kepingin punya rumah kuno seperti itu, dengan atap yang tinggi, cat putih, dan gelas berukuran besar seperti dulu dimiliki eyang-eyang.


Karena saya hanya penonton film, saya hanya menikmati apa yang saya suka. Subyektif banget ya :) Sebagian besar art setting-nya dan wardrobe. Busana pemain itu penting! Memperkuat karakter atau malah mengaburkannya. Menurut saya, busana yang dikenakan Laura alias Meilani di film Madre sangat cantik. Sangat pas sebagai selera busana dari karakter Meilani yang classy, simpel, feminin, effortless. Dominasi warna pastel menjadi benang merah dari style-nya Meilani. Saya hanya mendapatkan dokumentasi-dokumentasi ini dari google, jadi tidak terlalu banyak untuk memamerkan apa yang saya maksud.




T-shirt yang dikenakan Vino juga keren kok. Efek lusuh bersablon nama-nama band menguatkan karakternya yang cuek tapi sentimentil sebagai Tansen. Meski film ini film drama ringan yang berdurasi hampir dua jam, tapi ada diatas ekspektasi saya. Ya, karena setting dan wardrobe-nya yang memanjakan mata saya.

Duh, duh...jadi pengen ke Braga lagi. Foto-foto gedung tua disana, art-deco favorit saya. Soal nama Tan de Bakker yang menjadi merek dagang toko roti di cerita ini, jadi ingat Tan Ek Tjoan. Sama-sama berawalan Tan, toko roti yang jadul, dan berlokasi di daerah historical. Yang satu di Braga - Bandung, yang satunya di Cikini - Jakarta.

Oh ya, satu yang bikin ilfil dengan Madre the Movie. Lagu soundtrack-nya. Salah satunya dinyanyikan Afgan. Kesannya maksaaaaa banget. Seharusnya OST. Madre itu dinyanyikan oleh Payung Teduh. Apalagi yang judulnya 'Angin Pujaan Hujan'. Pastinya akan tambah melengkapi spirit vintage dari mood latar film ini.
Kalau sudah dengar lagu dan menonton Madre, Anda setuju dengan pendapat saya, 'kan? :)

*Gara-gara nonton film ini juga, suami saya yang penggemar roti mendadak homesick berat kepingin roti kepuh. Roti yang berasal dari Desa Kepuh, Wonogiri, kampung halamannya. Bingung saya carinya dimana di Jakarta...


Wednesday, January 16, 2013

It is My January!

Place: Family Room
Mood: Normal (but got migraine in my head)
Song: Sugar We're Going Down by Fall Out Boy

Januariku! January, please be nice to me.... Yaah, begitulah status maupun tuit yang jamak jika menjelang ganti bulan. Apalagi, Januari itu tidak sekedar hanya ganti bulan, tapi ganti tahun dari Desember! Bulan ini juga bulan kelahiran saya, jadi harap dimaklumi jika saya sangat "norak" terhadap si Januari.

Sebenarnya, saya tidak mau menulis suatu hal khusus atau apa. Karena saat ini saya sedang terserang migrain yang naik-turun kadar nyerinya dari semalam. Terpaksa saya cuti sehari kantor. 

.................

Hup, do you realize that? I mentioned "kantor".  

.................

Ya, ya, sekarang saya sudah kembali bekerja sejak 17 Desember lalu (hey, berarti besok sebulan saya bekerja). Keputusan yang saya pikir terbaik untuk diri saya sendiri dan keluarga (baca: suami). Kantor tempat saya bekerja berlokasi di Bintaro Sektor 5. Jauh ya? Kalau dari Cibubur sih, memang jauh banget. Tapi, kalau dari Cempaka Putih, saya hanya perlu waktu sekitar 90 menit untuk sampai lokasi menggunakan KRL atau kereta api. Saya dan suami sudah mempertimbangkan tempat saya bekerja ini versus lokasi rumah masa depan kami yang berada di perbatasan Ciputat - Bintaro. I am so excited to this new area. But i can not tell you what my job is until i am entitled :)

Something touched my heart when i told my hubby that i was recruited. I knew from his eyes, he was so glad i could back to work again. Deep inside his heart, he is really want me to be as a working-wife. He prefer it than see me as a-stay-at-home wife since we have not a kid yet. Me, being a graduate student is not enough for him. Well, anyway, when i wear business attire and give him ready-to-go-kisses on the bed, i know he likes it. A lot. Now i know, marriage is about sacrifice, sacrifice that you will eager to do in getting your spouse's biggest smile and bright eyes. His happiness.

2013 is gonna be my tough year ahead. Craving for my master degree, moving into new house, supporting my spouse in developing his new t-shirt project, and... taking seriously to have a baby. But, i am curious.


Well, happy new year, everyone! Be healthy!








Saturday, November 26, 2011

Gengsi Di Ujung Kaki



Sepatu.
Barang yang satu itu tak jarang membuat saya garuk kepala. Pertama, kaki saya termasuk spesial karena stok barang nomor sepatu 40 atau 41 tentu lebih sedikit daripada nomor sepatu wanita Indonesia pada umumnya, yakni 38 atau 39 yang dominan menghiasi etalase toko. Jadi, saya sering girang sendiri begitu ada sepatu di etalase yang saat saya coba, langsung pas! Tidak perlu meminta bantuan pramuniaga mencarikan nomor sepatu yang sesuai ukuran kaki saya.

Thursday, February 3, 2011

Pause Your Day & Enjoy Your TV Box

Seharusnya saya tulis review film ini di kanal "I recommend you". Tapi karena ada banyak fotografi di film ini yang saya suka, jadi saya masukkan foto2nya ke blog field ini.


Hello Stranger (2010)








Saturday, May 1, 2010

Switzerland



Ini sampel beberapa kostum untuk print ad Kompas & Femina, penghargaan agen asuransi PT Commonwealth Life















Sunday, March 28, 2010

Hanya Cinta Yang Sejukkan Dunia

 

Saya sukaaaaa sekali film2 yang menguras air mata. Mungkin salah satu alasannya agar saya bisa menangis di depan orang lain tanpa berkesan cengeng (karena ada alasan kuat: menonton film yang ceritanya menyentuh. Hehehe). Jadi, Titanic, P.S I Love You, Serendipity, sampai film Up! yang film kartun, saya bilang itu film romantis dan sempat bikin mata saya berkaca-kaca. Tokoh si Kakek yang berusaha mewujudkan impian mendiang istrinya, benar-benar disusun dengan lucu tapi "miris". Up! is a great romantic movie.

Saya skeptis saja selama ini cerita pengorbanan tentang cinta itu hanya ada di film fiksi. Tapi, seiring bertambahnya usia, teman, pengalaman hidup, cerita kerabat, saya mengamini bahwa cinta bisa mengubah dan menguatkan.

Salah satunya saya paling suka kisah perjuangan seorang perempuan yang mengidap kanker dan berhasil survive sampai akhirnya ia menemukan cinta sejati di tengah-tengah perjuangannya melawan penyakit itu. The love is seems like a fairy-tale with happy ending story. Saya sampai enggak bisa menceritakan kembali kisah Dinda tersebut saking emosionalnya setiap membaca kisah hidupnya yang sempat dimuat di Majalah Femina.

Sampai akhirnya, saya membaca informasi dari Majalah Femina setahun kemudian bahwa sang suami sudah dipanggil terlebih dahulu menghadap Yang Maha Kuasa. Terbayang bagaimana sedihnya Dinda ditinggal belahan jiwanya. Tapi, saya yakin Dinda mampu bertahan karena ia tahu sang suami tetap ingin melihat Dinda berjuang dan tidak menyerah pada nasib di dunia.

Saya yakin masih banyak lagi kisah mengharukan dua insan yang makin membuat kita menghargai bahwa kesetiaan dan pengorbanan atas nama cinta masih ada. Hahahahaa. Gila ya, jadi sentimentil begini.

Seperti yang dinyanyikan Ari Lasso dalam lagu Cukup Siti Nurbaya milik Dewa 19:

"Hanya cinta yang sejukkan dunia."


Cempaka Putih,
29 Maret 2010
Menunggu Ernestito datang ke rumah....

for further Dinda's story, check out this link:

http://www.femina-online.com/issue/issue_detail.asp?id=584&cid=1&views=28
 

Sunday, February 28, 2010

LoveFool

 

Iseng saya buka arsip2 lama untuk membereskan rak buku yang sudah berantakan banget.Eh, terselip kertas kecil ini yang ternyata..Olalaa...tak menyangka saya pernah buat puisi semacam ini!!!

Hmm....kalau diingat-ingat, sepertinya saya menulisnya saat boring di dalam kelas (karena saya menulisnya di kertas file). LOveFoOL!

Jika Malam Nanti Ia Kembali

Akan ku katakan padanya
Betapa hidup bisa begitu menggetirkan
Bahwa hanya kabar tentangnyalah
Yang bisa menggetarkan
Semburat senja bagiku seperti gula-gula berwarna jingga
Karena pertanda malam akan tiba
Dan aku akan melihat dia...
Akan kukatakan padanya
Bahwa rindu tak jauh beda menyiksa

Sunday, January 31, 2010

23 : What i have done & Where i am now....

Januari. 28

Angka itu lama-lama menjadi angka yang maknanya tergerus oleh kesibukan pikiran dan aktivitas yang kita biasa sebut : orang dewasa. Tak jarang, saat ulang tahun yang semasa kita kecil menjadi hari yang sangat istimewa (karena dirayakan di sekolah atau di rumah bersama teman2 segambreng), kini saya merasa tanggal itu hampir sama seperti tanggal-tanggal sibuk lainnya.

Tapi Alhamdulillah... puji syukur bahwa saya masih bisa memiliki orang-orang yang saya sayangi. Apalah artinya semakin lama berada di dunia namun kita tidak punya arti bagi orang-orang yang berada di sekeliling kita (baca: orang2 itu yang kita sayang).

Satu tanggung jawab tetap berada di setiap diri manusia kala ia bertambah usia: Apa yang sudah saya lakukan? Sudah ada dimana saya sekarang?

Dan saya masih merasa menjadi debu yang hanya bisa mengotori rak-rak buku di lemari. Saya yang kecil dan dianggap kotor, dan buku-buku itu adalah sosok besar isi alam semesta yang saya "hinggapi". Saya merasa belum melakukan apa-apa, dalam konteks sebagai seorang manusia yang memuja Tuhan, saya merasa masih jauh dengan Tuhan dan sering menengok ke sebelah kiri ketika ada godaan memanggil saya untuk menjauh dari-Nya.

Sudah ada dimana saya sekarang? Saya bersyukur saya masih ada di sini bersama orang-orang yang saya cintai melangkah tertatih menjalani hidup dari waktu ke waktu.
Ya, seharusnya saya menjadi orang yang tetap menunduk dan bersyukur bahwa apa yang sudah saya punya sekarang merupakan hal terbaik yang diberikan Allah dan ini semua merupakan amanat dan titipan belaka.

Maka, saya butuh kamu. Butuh kalian untuk saling mengingatkan. Bukan demi surga atau neraka, tapi demi ketenteraman hati, demi sebuah ketulusan karena hidup ini harus dinikmati dan disyukuri.....

Alhamdulillahi rabbil 'alamiin...

P.S: Untuk keluarga, sahabat, dan satu estu yang saya sayang....You're All That i Have.

Terima kasih untuk kelima anggota manis manja grup. Dipta, happy birthday, too, Mas Pras (Eka's spouse), Ruri, Bang Muzal, Sara, dan Bang Eddo.
Juga untuk teman-temanku yang tak sempat datang ke warung pasta. Kapan-kapan kita pasti kumpul lagi!

Tuesday, February 17, 2009

Catatan Hati di Setiap Sujudku


Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Religion & Spirituality
Author:Asma Nadia, dkk
Terima kasih, Opie, sudah menghadiahiku buku ini. Ternyata telepati kita nyambung, ya. Aku pengen buku ini dari kapan tahu tapi tertunda terus kalah sama barang lain yang harus aku beli. Bukunya bagus sampai aku gak berhenti baca dari cerita satu sampai terakhir karena dalam buku ini persis kumpulan cerpen tapi nonfiksi. Kamu baca cerita pertama aja udah sedih banget, kan?

Di setiap udara yang kau temukan
Di sana akan kau jumpai Allah
Yang senantiasa mendengar doamu

Kalau aku ditanya tentang bait di atas, aku bakal jawab, “Iya. Gue bangeeett..!” Setiap aku mau tidur, bangun tidur, selagi bengong di kamar mandi, selagi jalan kaki (pokoknya ‘me time’) aku sering review apa yang sudah terjadi dan membayangkan apa yang akan terjadi. Alhamdulillah, aku bisa berpikir objektif jadi lebih santai.

Eh, tahun ini kita berdua sama-sama punya target lulus, ya? Makanya kita lagi rajin-rajinnya salat. Hehee. Ada maunya. Tapi, nyadar gak sih kalau Allah memang suka dipinta? Dia Yang Maha memampukan yang tak berdaya. Dia yang menjadi segenap tumpuan doa. Dan Dia suka dirayu, kita mengiba pada-Nya. Siapa sih yang tidak suka dirayu sama seseorang yang kita sukai?

Dan kita hanya perlu meminta. Insya Allah Dia akan memberi jalan yang tidak terduga.

Semoga usiaku yang ke-22 ini segalanya dilancarkan oleh Allah dan diberi kekuatan apapun yang terjadi. Walau aku masiih punya banyak salah, bisa jadi orang yang jahat, tapi Allah tetap memberikan aku karunia yang tak ternilai; mama papa, adik, sahabat, mas Tatu, rezeki sehat dan napas di ruang matahari yang selalu bersinar berganti dengan bulan yang malu-malu temaram. Kadang aku kalau lagi waras sering terbersit, kita semua kecil banget. Ini sebuah insting. Perasaan. Bahwa ada sesuatu zat yang besar. Allahu Akbar.

Tuesday, September 9, 2008

The Pony-Mad Princess 3:Teka-Teki Untuk Putri Ellie


Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Childrens Books
Author:Diana Kimpton
Penerbit : PT Primamedia Pustaka Kelompok Gramedia Majalah
Tahun terbit : Desember 2005
Tebal : 96 halaman

Tak sengaja saya menemukan buku mungil ini ditumpukan majalah bekas di salah satu kios terminal Senen. Warna sampulnya sangat ‘princessa’; pink dan kuning. Judulnya juga lucu yang bisa menggugah rasa ingin tahu pembaca dari segmen anak-anak. Ketika saya membuka-buka halaman buku ini, font-nya juga nyaman dimata. Plus ilustrasi sketsa gambar-gambar yang cute tentang karakter tokohnya. Saya langsung tawar dan dapat potongan harga sekitar 80% dari harga asli buku ini. Untuk keponakan saya? Hahaha. Bukan! Saya beli untuk saya sendiri.

Sayang, saya hanya dapat salah satu edisi dari keempat edisi serial Putri Ellie. Putri yang memiliki sifat sedikit bebal ini tergila-gila dengan kuda poni. Walau Raja dan Ratu sempat melarang Ellie (sang putri lebih suka dipanggil begini daripada Aurelia) karena tentu saja akan membuat putri tampak kotor dan bau. Soalnya, Ellie lebih memilih menunggang kuda poni dan membersihkan kandang kuda daripada menemani tamu kerajaan.

Putri Ellie sangat mencintai keempat kuda poninya. Ketika ia berkeliling hutan bersama sahabatnya, Katie, cucu juru masak kerajaan, kuda poni yang ditunggangi Ellie menolak untuk masuk lebih jauh ke dalam hutan. Apa Rainbow, kuda Putri Ellie, melihat hantu? Mereka pun merasakan sesuatu yang aneh ketika berada di hutan yang dingin. Tapi, Ellie malah makin penasaran dan berniat memecahkan teka-teki ini. Kira-kira benar ada hantu enggak, ya?

Apa yang membuat saya memberi empat bintang untuk novel anak-anak ini?
1. Putri Ellie sangat pemberani dan rendah hati. Ia tidak risih bersahabat
dengan cucu juru masak kerajaan.
2. Pecinta binatang.
3. Walau orangnya cuek, Putri Ellie tahu ia harus sopan ketika menemani
tamu kerajaan yang awalnya tidak ia sukai
4. Putri Ellie suka sebel karena tidak semua kamar dan pakaian seorang
putri harus berwarna pink ‘kan?
5. Putri Ellie tidak manja. Dengan senang hati ia merawat keempat kuda
poninya
6. Sayang, Putri Ellie suka malas menyisir rambut *Hihihi…*
7. Putri Ellie berjiwa feminis.
8. Putri yang cerdas

Thank God I’m female! Seperti kebanyakan gadis kecil lain, dari dulu saya suka cerita putri-putrian. Sampai sekarang saya pun mengoleksi serial Princess Diaries. Kartini juga saya anggap seorang putri walau ayah bundanya bukan raja dan ratu. Seorang putri tidak melulu menunggu pangeran berkuda dan hidup bak di negeri dongeng. Helllloooo.., seorang putri sejati adalah dia harus punya keberanian. Itu saja. Agar dia bisa menjaga dirinya sendiri dan tak seorang pun mampu membuat jiwanya mati.

Friday, August 29, 2008

EVERY WOMAN SHOULD....

MAYA ANGELOU'S BEST POEM EVER

A WOMAN SHOULD HAVE .....
enough money within her control to move out and rent a place of her own
even if she never wants to or needs to...

A WOMAN SHOULD HAVE ....
something perfect to wear if the employer or date of her dreams wants to
see her in an hour...

A WOMAN SHOULD HAVE ...
a youth she's content to leave behind....

A WOMAN SHOULD HAVE ....
a past juicy enough that she's looking forward to retelling it in her
old age....

A WOMAN SHOULD HAVE .....
a set of screwdrivers, a cordless drill, and a black lace bra...

A WOMAN SHOULD HAVE .....
one friend who always makes her laugh... and one who lets her cry...

A WOMAN SHOULD HAVE ....
a good piece of furniture not previously owned by anyone else in her
family...

A WOMAN SHOULD HAVE .....
eight matching plates, wine glasses with stems, and a recipe for a meal
that will make her guests feel honored...

A WOMAN SHOULD HAVE ....
a feeling of control over her destiny...

EVERY WOMAN SHOULD KNOW...
how to fall in love without losing herself..

EVERY WOMAN SHOULD KNOW...
HOW TO QUIT A JOB,
BREAK UP WITH A LOVER,
AND CONFRONT A FRIEND WITHOUT RUINING THE
FRIENDSHIP.. .

EVERY WOMAN SHOULD KNOW...
when to try harder... and WHEN TO WALK AWAY...

EVERY WOMAN SHOULD KNOW...
that she can't change the length of her calves, the width of her hips,
or the nature of her parents..

EVERY WOMAN SHOULD KNOW...
that her childhood may not have been perfect...but its over...

EVERY WOMAN SHOULD KNOW...
what she would and wouldn't do for love or more...

EVERY WOMAN SHOULD KNOW...
how to live alone... even if she doesn't like it...

EVERY WOMAN SHOULD KNOW...
whom she can trust,
whom she can't,
and why she shouldn't take it personally.. .

EVERY WOMAN SHOULD KNOW...
where to go...
be it to her best friend's kitchen table...
or a charming inn in the woods...
when her soul needs soothing...

EVERY WOMAN SHOULD KNOW...
what she can and can't accomplish in a day...
a month...and a year...

Friday, April 18, 2008

CURHATAN ANGKATAN TUA

Tanggal            : 15 April 2008
Waktu              : 23.18 WIB
Tempat             : Kasur tersayangku
Mood               : Lelah luar biasa
Lagu                 : Almamateurs by Morrisey

Zianita              : Dhel, boleh ngeluarin uneg2 ga? Knapa ya kayaknya udah mau 4 thn gw kuliah, ga ada sesuatu yang berarti yang gw dapetin. Apa adel merasakan sesuatu yang sama?

Adelia              : Lu kate kagak, Zi. Gw dapat pengetahuan malah dari orang2 disekitar gw, termasuk MP. Makanya, gw bilang kacrut nih kampus, kompensasi buat mahasiswa bayar mahal ga sebanding.Gw ud lakukan kewajiban gw sbg mahasiswa. Tapi yang gw dapat apa dgn selama ini yg udah gw lakukan? Emang kenapa, Zi? Lagi galau, ya? Hehe.

Z          : Gw ngerasa, gw berhenti kerja karena mau kuliah, tapi ternyata di kampus gw ga bisa dapetin apa yg udah gw rela tinggalin (resign kerja). Gw agak rugi aja, ketahuan gw kerja. Jadi, kalau ga ada dosen sekalipun, gw ga rugi2 amat. Dan masih ada yang ngasih gw duit tiap bulan. Ini gw malah buang2 uang & gw ga dapat apa2. Krn skrg di pikiran gw gimana caranya gw bisa menghasilkan uang. Bukannya buang2 uang.

A         : Apa boleh buat? Kita teriak2 ampe jumpalitan belum tentu digubris. Kalau lo mah, rejeki bakal datang, Zi. Tenang aja. Gw yang mesti jemput bola. Sabar ya, Zi. Tenang aja. Nasehat buat diri gw sendiri sih sebenarnya. Yah, setidaknya kita lulus untuk membayar pengorbanan ortu biayain kita kuliah.

Z          : Makanya gw malas ke kampus, kalau ga ada yang penting2 banget. Lulus jd sarjana, ga ada yang bisa ngw banggain dari almamater gw. Tapi, udah pilihan gw sih kuliah di sini.

A         : Gw juga kampus nyampah aja. Gw cuma bisa jalanin yang didepan mata. Kadang gw mikir, apa gunanya nilai A semua di transkrip nilai? Kalau kita gak punya skill dan kalah saingan dengan lulusan yang lebih cling.Huhu. Ya sudah. Semoga matahari esok mencerahkan hari kita. Hop..Hop..!!