Showing posts with label Gorgeous Things. Show all posts
Showing posts with label Gorgeous Things. Show all posts

Friday, February 6, 2015

Magical!



"I was taking pictures of some Orangutans and it started to rain. Just before I put my camera away, I saw this Orangutan take a banana leaf and put it on top on his head to protect himself from the rain! I immediately used my DSLR and telephoto lens to preserve this magic moment." 
Photo by Andrew Suryono, Indonesia


Born free. Live free.
Hope they will always survive :-)

Thursday, February 3, 2011

Pause Your Day & Enjoy Your TV Box

Seharusnya saya tulis review film ini di kanal "I recommend you". Tapi karena ada banyak fotografi di film ini yang saya suka, jadi saya masukkan foto2nya ke blog field ini.


Hello Stranger (2010)








Tuesday, May 26, 2009

We 'Loft' Our House


Di Indonesia, mungkin masih asing dengan
loft, yaitu tempat tinggal 'mini' berupa loteng yang bisa menampung berbagai aktivitas pemiliknya. Sekilas mungkin tampak seperti apartemen, tapi loft biasanya berukuran jauh lebih kecil. Untuk memenuhi life style, loft mulai banyak dilirik oleh kaum berada di kota metropolis, khususnya eksekutif muda sampai kalangan artis yang menginginkan gaya hidup masa kini.


Aslinya, loft merupakan tempat tinggal 'buangan', karena tempatnya berupa loteng-loteng sempit. Loft dulunya sebagai tempat pelarian para seniman di Manhattan, karena mereka tidak memiliki tempat tinggal akibat tergusur kaum borjuis dan pabrik-pabrik yang menempati tanah mereka. Kemudian para seniman tersebut membangun tempat/ruangan berukuran kecil untuk memenuhi kegiatan mereka untuk tidur, makan, melukis, mandi, dan lainnya.


Loft mulai dikembangkan di Los Angeles pada 2001. Dimana adanya undang-undang yang memaksa penduduk untuk tinggal tidak berdekatan dengan pabrik maupun perkantoran. Hal inilah yang mempelopori para pengembang untuk mendirikan loft-loft baik yang murah sampai yang mahal sesuai kebutuhan.


Saat ini jumlah loft di Indonesia masih bisa dihitung. Mungkin sementara ini hanya ada di Jakarta. Dan jangan ditanya mengenai harganya. Kita harus merogoh kocek puluhan bahkan ratusan juta, bahkan ada pula loft yang harganya lebih mahal daripada membeli rumah beserta tanahnya.


Maklumlah, banyak orang yang lebih mengagungkan prestise dan manyampingkan materi. 'Loteng' yang harganya selangit itu biasanya diisi dengan furnitur yang lengkap, bahkan bisa diisi sesuai selera warna, tipe, maupun tekstur dari pemilik loft.

Tapi, lahan yang terbatas tak jadi halangan untuk memiliki rumah impian. Dengan kreatifitas dan usaha ekstra, home sweet home tetap dapat tercipta. Sumber:Kapanlagi.com ( http://www.kapanlagi.com/a/loft-of-my-life.html )


Setelah punya rumah, apa cita-citamu? Kecil saja: ingin bisa sampai di rumah saat senja supaya saya dan senja sempat minum teh bersama di depan jendela. - Joko Pinurbo

Tips:
- Pilih furnitur yang simpel, tak banyak pernik, dan ukuran midi (sedang).
- Salah satu dinding dapat dilapisi kaca yang mampu memberi kesan luas pada ruangan
- Perabot seperti lemari atau rak, pilihlah yang 'built in'
- Beri aksentuasi warna cerah pada bantal sofa, lukisan, atau bentuk furnitur yang bergaris dinamis dan modern
- Aksentuasi cukup pada 1-2 item di satu ruangan untuk pusat perhatian

Gambar: hasil googling dan dokumentasi stephendavid

Wednesday, May 6, 2009

Graduation Day 170309





Saya anggap ini adalah akhir dari cerita lika-liku sebagai mahasiswa. Tapi dunia menganggap hari ini adalah momentum saya harus hadapi dunia yang sebenarnya. Menyesal? Tidak! Saya anggap ini sebagian kecil dari aktualisasi diri. Sekarang, saya masih mempertimbangkan apakah saya ambil beasiswa S2-nya atau tidak.



Terima kasih banyak saya haturkan:
1.papa, mama, opi yg aku sayangi dgn setiap serat tubuhku
2.pak ipul dan pak yudi yg bersedia menjadi dosen pembimbing dan atas segala saran serta bantuan Bapak.
3. Isma, Eka, Puri, Riani, Novi, Zianita. I love u so much, gals...
4. Media Publica. What can i say? I'm 'bigger' because of u
5. Andreas Harsono dan Priyo Santosa atas teori jurnalistiknya
6. Kurie Suditomo Tempo atas kesediaannya utk saya wawancara
7. Mas Pepi yg mau benerin laptop saya
8. Teman2 yg sama2 puyeng di perpustakaan era Nov08-Feb09
9. Estu Santoso. Jangan pernah bosan berusaha & berdoa untuk kita yang lebih baik
10. Anda. Yang telah mewarnai hari-hari saya






Wednesday, April 23, 2008

Kereta Api Funky


Rating:★★★★
Category:Other
Kereta api listrik jadi alat transportasi murah sekaligus sampah di Jabotabek. Bayangkan kalau KRL disulap menjadi seperti kereta api di Jepang ini. Perjalanan jd super duper menyenangkan, kan? Tapi, siap2 sakit mata. Hehehe. Kreatif ya mereka!

IKEA, produsen furnitur asal Jepang mendesain gerbong tersebut dengan berbagai macam produk mereka seperti sofa dan gorden (curtain) yang dapat membuat kita tidak berasa di dalam sebuah gerbong kereta api. Semua ini mereka lakukan sebagai bagian dari promosi atas dibukanya cabang baru IKEA di kota Kobe.

Sumber: otakku.com

Kalo di Jepang, mungkin bisa bertahan lama keindahannya. Kalau di Jakarta? Ga janji deh

Saturday, March 1, 2008

Bjork, ke Jakarta Lagi, Dong..

 

12 Februari 2008, penyanyi Islandia yang eksentrik ini konser di Tennis Indoor, Jakarta. Indonesia adalah satu2nya negara di Asia Tenggara yang didatanginya, lho! Konser Volta Tour Bjork ini seperti biasa dikemas menjadi tontonan yang sangat menarik. Hahaha. Konyol bgt saya bisa bilang menarik.Padahal saya tidak menontonnya. Saya hanya bisa merengut saja ketika baca liputan konsernya di majalah2. Yang menjadi nilai plus, aksi teatrikal, kostum unik, dan peralatan musik yang canggih. Ah, seharusnya saya bisa masuk. Seharusnya... *tampang lemas*

P.S: Fotonya saya 'colong' dari dokumen kantor Sindo/Eko Purwanto. Hihihi..Fotonya bagus kok, Mas Akung..

Thursday, October 18, 2007

Dapoer Babah


Rating:★★★★★
Category:Restaurants
Cuisine: Asian
Location:Jl. Veteran, samping restoran es krim italia Ragusa
This is my paradise. Setiap lewatin restoran ini dulu pake tampang mupeng segala. Tapi akhirnya kesampaian dinner di sana. .haha..yang jelas, ibuku sampai bingung pas masuk ke resto ini, katanya "bener ini restoran? kok kayak kuil?" Hehehe memang interiornya didesain mirip rumah kuno Tionghoa dg foto2 hitamputih, arca2 kuno, dupa, pokoknya kita kayak kembali ke zaman kolonial dulu (sok tahu! Aku kan baru lahir thn 87 hihihi). Yang punya org Cina yg dulu tinggal di Indonesia. Selain di Jakarta, juga ada di Malang, Yogya, dan resto ini anak perusahaan HotelTugu yg di Malang itu.Ambience-nya keren. Lampu remang-remang, piring yang gede-gede, nuansa cat merah, hmm..what can i say? I juz amazed!