Showing posts with label Family Things. Show all posts
Showing posts with label Family Things. Show all posts

Saturday, July 4, 2015

So Flee to Allah SWT

Alhamdulillah! I am on the 4th Ramadhan as a wife and extremely grateful. I am still surrounded by beloved family, Papa, Mama, my sister, my complete family in law, and seeing they are healthy is all enough for me. So blessed.

Yet, something is keep tickling my mind, about to find unanswerable questions beyond my power as a human. I never lie to myself that i really really want to be trusted and imagine i could be a mom. But, i never thought a journey to conceive is such a looong way to go. It upsides me down and often makes me feel like i am the most pathetic woman in the world. I lost, lost by such "a damn competition that was created by such damn people". Even i do not understand why the competition must exists. When you are a married woman, you must able to be with a child. Then you are proud and publish it to all around the world. Tell me it is just an envy feeling because i can not do the same like any other young mothers. But, from the bottom of my heart, is that what i and my husband want? Pleasing anybody, showing everybody that we act like having a perfect picture.

Say i am offended by that situation. It is all because i have none. Probably i will do the same thing because if i were already a mom, i wouldn't never know what it feels like to wait longer for a baby. So, why bothered?

Until someday, i woke up by reading the wonderful post on someone's blog. Could not help my tears down. Knowing i was a bit angry about where i am now.
The post as follows:

http://www.dianonasis.com/2015/06/anak-itu-hak-allah.html?m=1

Such a relief yet at the same time so embarrassed i denied all His authority. His power. And His bless. Giving a child is His prerogative. I rejected that reality and was fighting with my inner voice about my "why". Why this, why that, why me, why him, why them, and why us.

Thank to the writer so i can remind myself that i still have time to prepare and to learn everything. And after this Dunya, Allah SWT grants us for Jannah. Surely i never hesitate His promise as long as i flee to Allah SWT. When i feel down again, i will talk to myself how tiny me, and my problems actually are. Hope my ego will always listen to my inner angel's voice 😊 Something big, is worth to wait. I learn from my past, seems that true. Allah SWT always by my side obviously.

Ciputat,
17th Ramadhan 1436 H.

Friday, February 6, 2015

Magical!



"I was taking pictures of some Orangutans and it started to rain. Just before I put my camera away, I saw this Orangutan take a banana leaf and put it on top on his head to protect himself from the rain! I immediately used my DSLR and telephoto lens to preserve this magic moment." 
Photo by Andrew Suryono, Indonesia


Born free. Live free.
Hope they will always survive :-)

Thursday, March 27, 2014

Perspective of Love All About

Mungkin "apa itu cinta" diatas menjadi "pilihan-perspektif" sebagian orang. Kayaknya kok cinta itu "berat" banget ya?

Tapi, kenyataan lain berbicara. Melihat orangtuaku tetap bersama sampai sekarang. Lebih dari seperempat abad. Ada pengertian lain tentang cinta yang indah sehingga membuat mereka terus hidup berdua. Cinta yang membuat mereka "tidak-punya-waktu-mempedulikan" perumpamaan negatif.

Selagi muda, gw berpikiran bahwa cinta itu punya wujud yang indah. Ngirim puisi saat rindu, ngasih boneka dan bunga saat hari jadi, nonton film di malam minggu, kecupan lembut di tengah hujan, genggaman tangan sepanjang jalan atau ratusan seremonial lain yang kita pelajari dari film-film dan novel-novel romantis.
Sekarang, gw bertambah tua dan mulai melihat dunia lebih luas. Pelan-pelan gw menyadari bahwa cinta gw semakin lengkap dengan kehadiran orang yang selalu ada bersama gue di setiap malam. Cinta adalah melihat setiap hari, suami gue selalu tampan seiring usianya yang bertambah pula. Cinta adalah menyanyi bersama lagu kesukaan diatas motor lalu mengubah lirik menjadi sekonyol mungkin, membuat kita tergelak berdua. Cinta adalah kekuatan, sama-sama menabung mewujudkan impian bersama. Saat dua hati memiliki persepsi yang berbeda namun selalu dapat saling mengerti dan mengoreksi.
Cinta memang hidup dalam kenyataan. Cinta dalam dongeng tercipta karena dongeng itu terbentuk dari pengalaman dunia nyata. Cinta itu indah, asal kita mau lihat pelangi setelah badai pergi.


Well, yeah, love is all about perspective. It is all up to you.


*image: Facebook

Sunday, March 3, 2013

Quarter Life of Century

Usia saya 26 tahun! Dengan suami yang luar biasa, bekerja di bidang yang baru, segera menempati rumah sendiri, sedang menyelesaikan tesis, keluarga yang masih lengkap, dan.... ternyata nikmat Tuhan itu sungguh tak bisa dihitung saking banyaknya! Astagfirullah... Nikmat Alloh mana yang saya dustakan?

Lantas, apa "REPELITA" saya? Repelita itu Rencana Pengembangan Diri Lima Tahun (hehehe..maksa). Terus terang, impian saya yang ada di depan mata saja. Kalau ketinggian, takut mati karena iri. Tak mau membandingkan dengan langit yang lebih tinggi, takut jadi kufur, tak mau bersyukur. Padahal, sebagai manusia kita hanya saling melihat. Lihat teman yang sudah punya anak, bahagia kelihatannya. Tahu teman naik jabatan, sukses namanya. Tapi, sebenarnya kita sadar, hidup pasti ada tidak sempurnanya. Kita pun setidaknya ada lebihnya. Apa alasan untuk tidak bersyukur?

Yang jelas, sekarang saya makin senang membaca artikel keuangan, bagaimana cara mengatur keuangan rumah tangga yang efektif, bagaimana menabung dengan hasil maksimal yang logis, bagaimana berinvestasi melalui produk keuangan yang sesuai kemampuan keluarga.Menjadi tambah kaya, itu bonus. Tapi yang lebih penting, bagaimana kita memanfaatkan rejeki yang datang untuk merasakan hidup yang berkecukupan, agar bisa terus beribadah di jalan-Nya. 

Dan saya belajar ini semua dengan melihat dan mendengar orang-orang di sekeliling saya. 

Beautiful cupcakes from my beautiful boss ^^



Wednesday, January 16, 2013

It is My January!

Place: Family Room
Mood: Normal (but got migraine in my head)
Song: Sugar We're Going Down by Fall Out Boy

Januariku! January, please be nice to me.... Yaah, begitulah status maupun tuit yang jamak jika menjelang ganti bulan. Apalagi, Januari itu tidak sekedar hanya ganti bulan, tapi ganti tahun dari Desember! Bulan ini juga bulan kelahiran saya, jadi harap dimaklumi jika saya sangat "norak" terhadap si Januari.

Sebenarnya, saya tidak mau menulis suatu hal khusus atau apa. Karena saat ini saya sedang terserang migrain yang naik-turun kadar nyerinya dari semalam. Terpaksa saya cuti sehari kantor. 

.................

Hup, do you realize that? I mentioned "kantor".  

.................

Ya, ya, sekarang saya sudah kembali bekerja sejak 17 Desember lalu (hey, berarti besok sebulan saya bekerja). Keputusan yang saya pikir terbaik untuk diri saya sendiri dan keluarga (baca: suami). Kantor tempat saya bekerja berlokasi di Bintaro Sektor 5. Jauh ya? Kalau dari Cibubur sih, memang jauh banget. Tapi, kalau dari Cempaka Putih, saya hanya perlu waktu sekitar 90 menit untuk sampai lokasi menggunakan KRL atau kereta api. Saya dan suami sudah mempertimbangkan tempat saya bekerja ini versus lokasi rumah masa depan kami yang berada di perbatasan Ciputat - Bintaro. I am so excited to this new area. But i can not tell you what my job is until i am entitled :)

Something touched my heart when i told my hubby that i was recruited. I knew from his eyes, he was so glad i could back to work again. Deep inside his heart, he is really want me to be as a working-wife. He prefer it than see me as a-stay-at-home wife since we have not a kid yet. Me, being a graduate student is not enough for him. Well, anyway, when i wear business attire and give him ready-to-go-kisses on the bed, i know he likes it. A lot. Now i know, marriage is about sacrifice, sacrifice that you will eager to do in getting your spouse's biggest smile and bright eyes. His happiness.

2013 is gonna be my tough year ahead. Craving for my master degree, moving into new house, supporting my spouse in developing his new t-shirt project, and... taking seriously to have a baby. But, i am curious.


Well, happy new year, everyone! Be healthy!








Sunday, November 18, 2012

Dapur, Sumur, Kasur (?)

Menikmati sebagai ibu rumah tangga bukan hal yang sulit, tapi juga bukan hal yang mudah. Memutuskan menjadi ibu rumah tangga pun bukan perkara mudah, tapi ternyata bukan perkara yang sulit juga. Saya tidak rindu dengan rutinitas pekerjaan, yang saya rindu adalah gaji dan asuransi kesehatannya. Hahahaa. Saya juga tidak keberatan jadi ibu rumah tangga, karena saya bisa belajar banyak hal meski hanya dari rumah.


Bagi saya, tidak perlu mempertanyakan kedomestikan perempuan. Ketika saya memutuskan untuk resign dan fokus pada pengerjaan tesis saya, satu soal itu saja saya mendapat dua sisi pendapat dari orang yang berbeda-beda. Pendapat dari seorang ibu dengan dua orang anak dengan level officer yang setara dengan saya, memberi tanggapan dengan:

"Baguslah, kita bisa berbakti pada suami, mengurus rumah tangga. Insya Allah dilancarkan semua."

Sedangkan ada pendapat dari seorang perempuan lajang level supervisor yang usianya pertengahan 30-an:

"Yah, sayang banget. Kamu masih muda, kesempatan kejar karir dulu."

Nah, bagaimana dengan suami saya?

"Tanggung jawab, aja. Serius selesaikan tesis dan cari kerja lagi. Kerjaannya gak usah muluk-muluk. Yang penting kamu ada kegiatan."

Akhirnya, disinilah pepatah, i am the hero of my own story membuktikannya. Hanya saya sendiri yang bisa memutuskan apa yang akan terjadi dalam hidup. Saya memutuskan untuk menuruti apa kata suami saya setelah saya memutuskan untuk off dulu dari dunia perkantoran. Untuk urusan on-off ini, izin suami adalah kemewahan yang ia berikan kepada saya. Karena saya pernah ditanya oleh teman kantor lama kenapa saya resign. Alasan saya pun sekenanya: 'ingin rehat dulu', dan teman saya itu langsung menyembur:

"Gilee, iri gue ada orang yang resign cuma pengen istirahat. Gue aja dari gue pertama kerja sampai sekarang belum pernah istirahat."

Itu derita Anda. Hehehee. Perempuan adalah pihak yang paling mudah diberi label sosial oleh masyarakat. Perempuan dengan karir tinggi, dipertanyakan 'kesuksesan'-nya mengurus tetek bengek rumah tangga. Perempuan dengan ibu rumah tangga, harus bisa membuktikan diri bahwa menjadi ibu rumah tangga bisa tetap gaul, baik dari segi kehidupan sosial dan pengetahuannya.

Padahal, pasangan kita sendiri (baca: suami) kebanyakan di era sekarang ini sudah membebaskan kedomestikan perempuan tersebut. Sudah jauh dari zaman kuda gigit besi dimana perempuan hanya hidup diantara dapur, sumur, kasur. Dengan catatan, perempuan juga selalu berusaha mengingat perannya dalam keluarga. Ada suami yang memang menginginkan istrinya mengurus anak-anak di rumah, tapi sang istri tetap ingin berkarir di luar rumah. Banyak. Ada suami yang sangat mempersilakan istrinya bekerja di luar rumah untuk membantu perekonomian keluarga, juga banyak. Sangat disayangkan, bagi pasangan (baik itu suami atau istri) yang mengekang keinginan pasangannya menggapai aktualisasi diri.

Toh, urusan privat ini bukan untuk menjadi bahan rumpian. Cukup direnungkan. Begitu pun tulisan ini menjadi masukan & pengingat untuk saya. Mau menjadi ibu rumah tangga atau tidak, itu sungguh hal yang sangat sangat pribadi. Menurut saya, kalau tidak diutarakan oleh orangnya langsung, sebaiknya kita tidak usah bertanya tentang status karir orang lain. Tapi, sayang, kita hidup di daerah timur ya. Terlalu peduli dengan urusan orang lain, sampai 'lupa' berkaca dan evaluasi terhadap diri dan keluarganya sendiri. Termasuk saya.

For our inputs on another issue:
http://www.inc.com/articles/201104/women-in-technology-face-uphill-battle.html -> the image above is also taken from the link

Thursday, March 1, 2012

One Hour Wife

Ternyata setelah menikah itu seru! Banyak dinamika, preferensi positif daripada saya menyebutnya drama. Saya berstatus sebagai Nyonya Muda (mba Susan Spencer pernah menyebutku begitu hehehe) sejak September 2011. Kenapa pula saya menulis judul seperti itu? Ada yang 'lucu', kalau boleh saya mengungkapkannya demikian...



Friday, December 26, 2008

KOLASE NOSTALGIA





Kenapa saya sangat suka foto-foto?

Simpel saja.

Saya masih ingin terus mengingat masa lalu baik senang maupun susah.

Foto-foto ini AKAN menjadi selimut untuk menghangatkan saya di masa-masa manula...